Rabu, 03 Juli 2013

FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER



            Pepatah Jawa mengatakan, bahwa  guru itu  digugu lan ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya. Di sekolah guru adalah orang tua kedua siswa. Guru Sekolah Dasar di ibaratkan sebagai  fondasi sebuah bangunan. Apabila fondasinya kokoh  tentu saja bangunannya akan berdiri kuat dan tidak akan goyah. Namun,  sebaliknya  jika pondasinya rapuh tentu saja bangunan itu akan goyah bahkan ambruk. Guru sangat berperan penting dalam menentukan kehidupan bangsa suatu negara. Semakin baik kualitas guru, maka semakin baik pula kualitas bangsanya. Sebaliknya, semakin buruk kualitas guru maka semakin buruk pula kualitas bangsanya. Begitu besar peran guru terhadap kehidupan suatu bangsa dan negara.
Pada usia anak sekolah dasar terjadi proses pembentukan karakter anak, pada usia itu anak cenderung meniru tingkah laku orang-orang dan keadaan di sekitarnya. Disini peran guru sekolah dasar sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Di usia inilah karakter anak akan tumbuh dan terbentuk. Sekolah dasar merupakan lembaga pendidikan yang memiliki beban paling berat, walaupun pada dasarnya semua jenjang pendidikan memiliki tanggungjawab besar terhadap bangsa Indonesia, tetapi sekolah dasarlah yang menumbuhkan karakter anak didik bangsa yang paling dini. Jika sekolah dasar gagal menumbuhkan karakter anak ke arah yang positif, maka hal tersebut akan menggaggu pengembangan di tingkat selanjutnya.  Begitu pentingnya peranan guru sekolah dasar dalam keberhasilan peserta didik, maka hendaknya guru mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan yang ada dan meningkatkan kompetensinya, sebab guru pada saat ini bukan saja sebagai pengajar tetapi juga sebagai pengelola proses belajar mengajar dan pengelola karakter anak bangsa.